Sabtu, 15 Mei 2010

Sebuah Kerinduan yang Tak Terucap

Hanya saling memandang dan mengungkap lewat isyarat mata.. berpapasan dan segera berlalu.. ada apa dengan kita.. tak adakah bahasa yang lebih hangat dari sekedar bertukar pandangan? tak mampukah kita mengungkap rindu ini lewat bahasa yang lebih verbal...
Ternyata merindukan seseorang bisa jadi begitu menyakitkan... ternyata merindukan dirimu begitu menyesakkan dada.. wah.. ternyata berbahaya juga ya.. kalau tiba-tiba aku pingsan karena kehabisan udara karena aku kehilangan aroma dirimu bagaimana? huft.. tentunya kamu tidak bisa kutuntut.. padahal rasa ini tercipta karenamu... padahal rasa sakit ini demi dirimu.. hohoho.. kalau kamu bilang salah siapa merindukan aku.. lha aku harus jawab apa? padahal datangnya rasa ini tak pernah kuinginkan.. kalau saja bisa ku tolak.. kalau saja bisa kuabaikan..
Hmmm... sebaiknya kita perbarui perjanjian kita... dengan materai 6000 rupiah... hahahaahah... lalu kita buat kekonyolan lagi... seperti bertahun-tahun lalu.. saat kita membuat perjanjian..
Sudahlah.. saat aku libur kita tuntaskan rindu kita... Kita lupakan sejenak pekerjaan yang memisahkan kita... hmmm... Miss u my be loved

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar